Semangat Seorang Kakek Tua Penjual Semangka

Setiap beberapa hari sekali, ada seorang kakek yang sudah sangat tua yang lewat dijalanan didepan rumah. Kakek tersebut membawa sebuah becak tua yang digunakannya membawa bola-bola semangka berukuran kecil sampai sedang.

Sesekali kakek tersebut meniupkan peluit sambil berusaha mengayun becak tuanya. Bukan sedang apa kakek tersebut meniup peluit, namun itu adalah cara kakek tersebut menawarkan semangkanya.

Setiap kali melihatnya, hatiku terasa teriris begitu perih.. Kakek itu kuat sekali, memiliki jiwa yang besar, beliau pantang menyerah, beliau terus berusaha. Meskipun mereka yang ditawarinya tidak melirik dagangannya..

Begitupula denganku, aku hanya bisa mendengarkan suara merdu peluit itu didalam rumah, kadang sesekali aku memandangnya dibalik jendela. Ingin aku membelinya, namun kadang aku bingung, karena aku juga masih belum memegang uang..

Kadang aku juga berfikir untuk mengajaknya minum kopi atau apapun minuman kesukaan kakek tersebut bersama, tapi entahlah ada hal lain yang menggangguku.. Jika bisa aku lakukan, kurasa aku akan mendapatkan cerita yang begitu indah dari setiap kisah yang diucapkannya..

Entahlah..

Kakek.. tetaplah semangat, aku yakin usaha kakek tidak akan sia-sia, maafkan aku yang belum bisa mencicipi semangka yang kau tawarkan itu. Semoga lain kali dapat berjumpa dengan juga merasakan semangka yang kakek jual..

Leave a Comment