Pengantar Buku Hearty Service

0
85

Buku Hearty Service – kata pengantar buku Hearty Service yang ditulis oleh Mbak Agni Shanti Mayangsari ini sengaja saya tulis diblog ini supaya sobat bisa mengetahui sedikit tentang apa isi dari buku ini. Dalam artian tulisan ini bisa menjadi referensi sebelum sobat membeli bukunya. Berikut ini adalah pengantar dari buku Hearty Service.

Krisis ekonomi tahun 2010 yang kemudian merembet pada berbagai aspek dari Sistem IPOLEKSOSBUD menyadarkan Bangsa Indonesia lebih dalam pada pentingnya meningkatkan kewaspadaan. Hal ini pula yang telah memperkuat keyakinan Penulis (Adinda saya, Agni S. Mayangsari) akan pentingnya Industri Pelayanan. Ternyata, pelayanan tidak sekedar sebagai instrumen untuk memenuhi kebutuhan kehidupan sehari-hari, bahkan ia menjadi instrumen yang krusial bagi banyak institusi untuk bisa bertahan. Penulis yang sejak lama berinteraksi langsung dengan industri Tugas pelayanan serasa mendapat dorongan akibat krisis ekonomi 2010. Kejadian global inilah yang terus memacu penulis untuk segera menuangkan pengalamannya dalam suatu karya tulis sehingga penulis dapat berbagi pemikiran bagi rekan sejawat dan masyarakat. Akhirnya buku inilah hasilnya.

Berbicara mengenai pelayanan sama halnya membicarakan mengenai peradaban manusia. Sangat dinamis, terus berubah! Hal yang dulunya bisa jadi biasa atau bahkan tidak di sukai nantinya. Ada beberapa faktor penentu perubahan, diantaranya tuntutan layanan konsumen, tekanan kompetensi antarorganisasi, tuntutan kinerja dan kerja tim yang tinggi, perubahan teknologi, dan lain-lain.

Buku Hearty Service akan menjawab permasalahan tersebut. Pun, buku ini juga diperkaya dengan berbagai pengalaman penulis di dunia pelayanan. Bukan hanya pelayanan profesional yang disajikan oleh berbagai industri jasa skala menengah ke atas yang dipaparkan penulis, melainkan juga berbagai pelayanan yang dekat dengan keseharian kita. Penulis yakin, untuk melecutkan berbagai potensi diri, sebuah perubahan kepribadian hendaknya dimulai dengan hal-hal kecil, terutama hal yang dekat dengan kebiasaan sehari-hari kita. Baru kemudian bertahap menuju perubahan yang lebih besar. Hal-hal kecil inilah yang sebenarnya bersumber dari hati.

Buku ini akan menuntun kita ke arah perubahan yang dimaksud dengan melandaskan diri pada teori perubahan yang digagas oleh Kurt Lewin, bapak perubahan. Perubahan ini akan terjadi dalam tiga tahap, yakni unfreezing, moving dan refreezing. Unfreezing adalah tahap ketika kita melakukan proses penyadaran tentang adanya kebutuhan untuk berubah. Dalam buku ini, tahan unfreezing diawali dengan sebuah pertanyaan menggelitik: “Benarkah Pelanggan adalah Raja? ” yang dibahas dalam bagian kesatu. Dibagian ini Anda akan diajak bercermin dari pelayanan yang diberikan oleh orang lain. Hal ini yang memungkinkam Anda untuk mengetahui positioning Anda dan menemukan alasan mengapa Anda perlu memberikan pelayanan terbaik dari hati.

Untuk melengkapi tahap unfreezing, bagian kedua akan mengajak Anda untuk memiliki pemaknaan yang tepat dalam “Customer Service is Not a Department, it’s Everyone’s Job”. Tahap ini akan memungkinkan Anda untuk mengubah paradigma yang lebih baik. Bagian ketiga dalam buku ini akan memperkuat proses unfreezing Anda dengan “Hearty Service, The New Concept.” Bab ini akan memaparkan alasan kuat yang dikemas dalam tiga prinsip mengapa Hearty Service perlu Anda lakukan. Bagian ini sekaligus mengajak Anda kembali kepadw pemahaman yang tepat mengenai makna “Heart” yang sering kita gunakan dalam melakukan pelayanan.

Tahap Moving merupakan langkah berupa tindakan untuk memperkuat tenaga pengubah (driving force) dan memperlemah sisi penolakam diri (resistence). Bagian keempat “Hearty Service Technique” membimbing Anda pada tuga langkah praktis yang bisa Anda gunakan untuk memperkaya khazanah Anda dalam melakukan pelayanan. Pada bagian ini, Anda juga diajak menguasai personal feeling dengan mengenali dan menemukan potensi diri Anda. Inilah yang menjadi pembeda dengan banyak buku service yang lain. Anda akan dituntun untuk melakukan perubahan personality yang lebih mengakar dengan menguasai teknik ‘jaga hati‘ yang diulas dalam Hearty Service Technique.

Mereka yang dinilai sering tidak memberikan pelayanan terbaiknya ternyata lebih banyak disebabkan oleh sikap melayani yang kurang berakar. Mereka bukan tidak MAMPU melainkan karena mereka tidak MAU. Banyak dari kita sebenarnya telah memiliki kemampuan untuk memberikan pelayanan terbaik — service exellence — karena sudah memiliki ilmunya dan sudah tahu rumusnya, namun karena suatu hal kita tidak mau melakukannya. Tahapan ini juga mengajak kita menemukan solusi dan alasan agar kita senantiasa MAU memberikan pelayanan terbaik kita dalam kondisi emosi apapun. Sehingga betapapun besar tekanan dan tuntutan yang Anda hadapi ditempat kerja, Anda bisa terus selaras dengan tujuan organisasi atau instansi Anda, bahkan tujuan hidup Anda. Bagian kelima buku ini “Zero Complaint” akan memudahkan Anda untuk mengukur tahap moving yang telah Anda lakukan.

Yang terakhir, tahap refreezing berbicara mengenai cara menyelaraskan perubahan kemampuan individu dari sisi personality dengan tuntutan organisasi atau tempat kerja. Setalah menguasai dua tahap sebelumnya (Unfreezing Moving), Bagian keenam “Kontrak Komitmen” akan membuat Anda lrbih mudah merumuskan langkah nyaya yang Anda perlukan untuk memulai sebuah proses perubahan yang nyata. Dari sini, sebuah resolusi diri bisa Anda rumuskan untuk menjadi pribadi baru yang senantiasa mampu melakukan Hearty Service.

Jadi, jika Anda seorang praktisi pelayanan, baik itu perbankan, perhotelan, rumah sakit, restoran, atau bidang apapun yang bergerak dibidang pelayanan publik, dan Anda ingin melakukan perubahan individu yang lebih sempurna, buku ini adalah jawabannya.

Nah itulah pengantar buku Hearty Service yang bisa saya tuliskan untuk sobat, semoga bermanfaat dan terima kasih atas kunjungannya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here