Review Novel Hujan Tere Liye

1
200

“Ciri ciri orang yang sedang jatuh cinta adalah merasa bahagia dan sakit pada waktu bersamaan. Merasa yakin dan ragu dalam satu hela nafas. Merasa senang sekaligus cemas menunggu hari esok. Tak pelak lagi, kamu sedang jatuh cinta, jika sedang mengalaminya…”

Kata kata itulah yang terlontar dari mulut gadis berambut keribo dengan wajah berjerawat, yang tak lain dia adalah teman sekamar dalam satu panti bersama Lail, juga sebagai teman seperjuangan Lail saat menjadi relawan dan melewati masa kuliah. Lail dan Maryam (Si rambut kribo) juga merupakan pahlawan yang berlari 50 km untuk menyelamatkan sebuah kota yang sedang dalam bahaya.

Sedangkan di belahan lain, seorang lelaki yang sedang bekerja menyelesaikan proyek rahasia yang selalu merindukan Lail. Esok yang tak lain adalah pahlawan Lail yang telah menolongnya di tangga lorong kereta bawah tanah saat kejadian gempa maha dahsyat dengan sekala 10 SR.

Seorang lelaki yang dirindukan Lail, sesosok lelaki yang pernah dianggapnya sebagai kakaknya, ketika masa masa pelik seusai bencana terjadi beberapa tahun lalu. Dia yang selalu menjadi penyemangat lail, orang yang selalu menghibur lail. Kini dia telah tumbuh dewasa, begitu pula Lail, dia merasa Esok bukan hanya sekedar dianggapnya sebagai kakaknya, namun lebih dari pada itu, ada sebuah rasa yang sulit diungkapkannya.

Lail adalah gadis yatim piatu setelah kejadian gempa beberapa tahun lalu. Gempa yang disebabkan gunung purba yang meletus meluluhlantahkan seluruh penghuni bumi, merenggut jutaan umat manusia di seluruh belahan bumi bersama dengan Ayah dan Ibunya.

Begitupula lelaki yang dirindukannya itu, Esok, juga kehilangan ke empat kakaknya saat itu, dan kaki Ibu esok harus diamputasi akibat bencana alam yang begitu dahsyat tersebut.

Beberapa tahun berlalu, Esok yang ketika itu masih menjadi teman baiknya yang selalu menemaninya, kini ia telah pergi ke Ibu Kota untuk kuliah, biaya kuliahnya di tanggung oleh orang tua angkatnya.

Hanya sekali dalam setahun mereka bisa berjumpa, untuk mengenang kebersamaan mereka sekaligus mengobati rasa rindu yang terpendam diantara keduanya.

Lail yang kian hari semakin merindukan Esok, sosok laki laki yang sangat dicintainya itu, kini dia begitu merindukannya, tidak tahan lagi menahan gejolak di dalam hatinya. Kian hari Lail sering melamun. Hal ini membuat teman baiknya si Kribo Maryam mengerti apa Inti dari masalah Lail adalah dia sedang jatuh cinta, sekaligus sedang cemas, cemburu, takut dan lain sebagainya….

Dan kenapa lail bisa merasa cemas? cemburu dan takut? bukankah jika Lail jatuh cinta dia harus bahagia?

Apakah Esok yang dicintai Lail itu juga mencintainya? mungkinkah Esok hanya menganggapnya sebagai adik belaka? dan apakah Esok juga mencintai lail, atau gadis lain selain Lail yang dalam lamunannya selalu memikirkan Esok.

Mungkinkah Lail merasa cemburu dan cemas jika Esok benar benar mencintai gadis lain?

Ah mending sobat baca sendiri deh ceritanya, usahakan kalau baca biasa saja, jangan terlalu meresapi, nanti kebawa suasana mewek lagi.

Saya tau bukan karena saya terjebak suasananya, dari awal baca saya sudah paham alurnya akan terlihat menyedihkan, karena saya kalau baca pasti baca awal cerita, pertengahan dan akhir cerita. Baru kemudian membaca semuanya.

Jadi selamat membaca sobat, ah kurasa tidak, pasti sobat sudah membaca semuanya, soalnya saya ketinggalan suka baca karya sastra baru kemaren saja saya mulai suka membaca hehe…

Intinya novel Hujan ini bercerita tentang persahabatan, tentang cinta, tentang perpisahan, tentang melupakan dan tentunya tentang hujan…

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here