Jangan Usik Keelokan Ranukumbolo, Patuhi Aturan Terbaru Untuk Pendaki Ini

0
154

Keelokan Ranukumbolo – Sejak meledaknya novel best seller dan Film 5 Cm, pesona Gunung Semeru seolah digilai oleh banyak orang. Bahkan, aktivitas hiking yang awalnya dianggap butuh training khusus, menjadi lebih gampang dan disukai. Terlebih, suguhan sinematografi keindahan Gunung Semeru didalam film membuat penontonnya semakin kepincut.

Salah satu spot yang paling menonjol keindahannya adalah Ranukumbolo Semeru. Bahkan, banyak juga traveler yang tertambat pada kecantikan tempat ini dan urung melakukan pendakian hingga puncak Semeru. Biasanya traveler akan berkemping di sekitar danau Ranukumbolo.

For your information, Ranukumbolo merupakan danau air tawar yang terletak di ketinggian 2.400 mdpl. Kawasan ini sering dijadikan sebagai tempat transit bagi para pendaki. Pun, dijadikan sebagai sumber air bersih. Pasalnya, debit air Ranukumbolo sangat melimpah. Tak heran, jika perkemahan sering dilakukan di sekitar danau indah ini. Nanti kamu aku ajak camping di sini ya duhai pujaan ­čÖé .

Akses Menuju Ranukumbolo Semeru

source : Google

Perjalanan ke Ranukumbolo bisa dimulai dari Malang. Bagi pendaki yang berasal dari luar Jawa Timur, bisa menggunakan jalur udara melalui Bandara Abdurrahman Saleh. Tapi, menggunakan kereta api justru lebih santai dan mengasyikkan. Nah, Anda bisa menggunakan kereta api langsung ke Stasiun Kota Baru.

Jika sudah tiba di Kota Malang, carilah angkutan umum menuju ke Desa Tumpang. Pemberhentian bisa dilakukan di Terminal Tumpang. Selanjutnya, perjalanan bisa ditempuh menggunakan mobil jeep (SUV). Anda bisa mendapatkan mobil jeep dengan mudah. Sebab, banyak penduduk sekitar yang menyewakannya. Setelah itu, Anda bisa langsung menuju Ranu Pani.

Persiapan Menuju ke Ranukumbolo

sumber : naturalsunrisetour

Sebenarnya, perjalanan ke Ranukumbolo tidaklah mudah, bahkan bisa dibilang cukup berat. Dibutuhkan kekuatan fisik yang prima serta perbekalan yang cukup. Bagi Anda yang berencana untuk melakukan perjalanan wisata ke Ranukumbolo, latihlah fisik terlebih dahulu. Paling tidak, seminggu sebelumnya, Anda harus sering jogging, nge-gym, serta melakukan olahraga lain yang bisa meningkatkan kekuatan dan daya tahan tubuh.

Bukan hanya soal fisik saja, persiapan yang perlu dilakukan adalah dengan menyiapkan dokumen pribadi. Fotokopi KTP sebanyak tiga lembar, surat keterangan sehat dari dokter, dan juga materai. Sebelum melakukan pendakian, di Ranu Pani, Anda akan diminta untuk melakukan registrasi. Syaratnya adalah kedua dokumen tadi.

Hal tersebut dilakukan untuk menjaga keamanan. Sehingga akan ada tindakan penyelamatan jika terjadi sesuatu yang buruk ketika Anda sedang melakukan perjalanan.

Terakhir, siapkan berbagai kebutuhan pribadi. Diantaranya peralatan mendaki, jaket yang tebal dan waterproof atau windproof, sarung tangan, kaos kaki, penutup telinga, penutup kepala, sleeping bag, masker, tenda, air minum, dan makanan secukupnya. Sekedar saran, bawalah persediaan air yang cukup, serta makanan penambah stamina seperti madu dan coklat.

Perjalanan Menuju ke Ranukumbolo

sumber : rezafaisal

Untuk masuk ke Ranukumbolo, Anda akan dikenakan biaya tiket masuk sebesar 10 ribu rupiah per orang dan 20 ribu rupiah per tenda. Ada dua alternate jalur yang bisa Anda tempuh untuk melakukan pendakian menuju ke Ranukumbolo. Diantaranya Bukit Ayek-ayek dan Watu Rejeng.

Anda bisa memilih salah satu jalur tersebut. Namun, ada konsekuensi yang akan diterima untuk setiap jalur yang dipilih. jika Anda memilih jalur Watu Rejeng, kondisi jalannya memang baik dan mudah ditempuh, tapi lebih jauh dan lama. Sedangkan melalui jalur Bukit Ayek-ayek, perjalanan memang cepat, tetapi jalan yang dilalui curam dan berbahaya. jalur ini tidak disarankan bagi pendaki pemula.

Dari pos pendaftaran di Ranu Pani, perjalanan yang ditempuh sekitar tujuh kilometer. Anda akan menyusuri lereng bukit yang ditumbuhi bunga Edelweiss. Perlu Anda ketahui bahwa bunga ini sangat langka. Jangan memetik sembarangan ya!

Sampai di Watu Rejeng, Anda akan terpesona dengan keindahan panoramanya. Tempat ini sering dijadikan spot foto yang menarik. Ada batuan-batuan terjal yang tersusun menampakkan keindahan tersendiri. Perjalanan selanjutnya akan ditemani oleh lembah dan bukit yang ditumbuhi pinus dan cemara. Kira-kira tujuh jam, sampai ke Ranukumbolo. Anda bisa beristirahat sejenak di 4 pos yang tersedia sepanjang perjalanan.

Setelah sampai di Ranukumbolo, hal yang perlu Anda lakukan pertama kali adalah mendirikan tenda. Anda bisa berkumpul dengan pendaki lainnya. jika beruntung, Anda akan melihat gugusan gemintang di malam hari.

Pesona dan Keindahan Ranukumbolo

source : limakaki.com

Suguhan pemandangan yang akan Anda terima begitu sampai di Ranukumbolo adalah danau alami yang diapit oleh bukit cantik. Di sekitarnya ada hamparan padang rumput yang elok bak permadani, pepohonan nan rindang turut menyempurnakan keelokan danau ini.

Air biru dan dingin yang ada di danau membuat Anda ingin segera merasakan kesegarannya. Tak jauh dari Ranukumbolo, Anda akan menemukan tanjakan yang bentuknya seperti hati. Nah, inilah yang sering disebut dengan Tanjakan Cinta. Dari sini, Anda bisa melihat kecantikan Ranu Kumbolo dengan paripurna.

Keindahan Ranukumbolo tidak berbatas waktu. Sepanjang hari, pemandangan cantik silih berganti mewarnai daratan maupun angkasa Ranukumbolo. Di sore hari, Anda bisa menikmati sunset, sebaliknya, di pagi hari waktu yang tepat untuk berburu sunrise, sedangkan malam harinya, Anda bisa menghitung gemintang yang bertabur di angkasa. Keindahan Ranukumbolo seakan menawarkan paket lengkap jika Anda tidak beranjak seharian.

Peraturan Terbaru di Ranukumbolo

Agak miris sebenarnya, sebab, seiring dengan makin populernya Ranugumblo, kerusakan yang terjadi semakin cepat pula. Balai Besar Taman Nasional Bromo Tengger Semeru (TNBTS) cepat bertindak dengan mengevaluasi peraturan bagi para pendaki.

Inilah peraturan terbaru bagi pendaki Ranukumbolo 2018:

Tempat Mendirikan Tenda

Tempat yang diperbolehkan untuk mendirikan tenda adalah di savanna dekat pos 4 turun ke bawah. Serta, di dekat shelter di balik bukit yang mengelilingi Ranukumbolo. Pendaki dilarang untuk berkemah di area tertentu yang disakralkan oleh penduduk setempat.

Batasan Mendirikan Tenda

Di bibir Ranukumbolo, ada garis batas untuk mendirikan tenda. Jaraknya haruslah lebih dari 15 meter dari bibir danau. Hal ini dilakukan untuk meminimalisir pencemaran danau.

Aturan Mencuci dan Mandi

Aktivitas mencuci alat makan memang diperbolehkan, dengan catatan harus dilakukan pada tempat yang jauh dari bibir sungai. Batas pencucian adalah 15 meter dari bibir danau. Untuk membuang makanan, pendaki harus menggali tanah. Untuk mencuci sebaiknya gunakan botol air mineral ke tempat cuci yang sudah digali.

Cara Mandi dan Buang Air

Tak jauh beda dengan cara mencuci, untuk mandi dan buang air, jarak minimal adalah 15 meter dari bibir danau. Tapi, ada toilet baru yang tersedia di Ranukumbolo. Namun, toilet tersebut belum dialiri air. Jadi, pendaki harus membawa air dari danau.

Larangan Berenang dan Mandi

Larangan ini sebenarnya sudah diterapkan sejak lama. Dikarenakan suhu air dan kedalaman Ranukumbolo cukup ekstrim, yaitu 28 meter. Bahkan, pernah ada pengantin yang berenang akhirnya mati karena kram dan tenggelam.

Membuat Api Unggun

Menipisnya kayu dan pepohonan membuat larangan menyalakan api unggun digalakkan. Sebagai gantinya, pengelola menyiapkan api unggun bersama yang letaknya ada di dekat shelter.

Sudah tau bagaimana keindahan dan rute yang harus ditempuh untuk ke Ranukumbolo? Nah, sekarang Anda sudah siap untuk menerjang jalanan terjal ke tempat wisata populer ini. Pastikan untuk mematuhi semua peraturannya, ya? Jangan sampai akibat ulah tidak bertanggung jawab, kecantikan danau ini terusik.

Hey kamu, nanti kesini bareng aku yuk ­čÖé

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here