Profil Penulis Novel Terbaik Habiburrahman El Shirazy

0
83

Habiburrahman El Shirazy – Profil mengenai penulis novelis terbaik ini saya ambil dari salah satu buku novel karyanya yaitu Cinta Suci Zahrana“. Selain tentang penulis yang bernama Habiburrahman El Shirazy ini saya juga pernah menulis profil Mbak Agni Shanti Mayangsari di blog ini juga. Agni S Mayangsari merupakan penulis buku Hearty Service dan beberapa buku lainnya.

Habiburrahman El Shirazy adalah Novelis No. 1 Indonesia (dinobatkan oleh INSANI UNIVERSITAS DIPONEGORO Semarang, tahun 2008). Sastrawan terkemuka Indonesia ini juga ditasbihkan oleh Harian Republika sebagai Tokoh Perubahan Indonesia 2007. Ia dilahirkan di Semarang, Jawa Tengah, 30 September 1976.

Sarjana Universitas Al-Azhar, Cairo, Mesir ini selain di kenal sebagai novelis, juga dikenal sebagai sutradara, dai dan penyair. Karya-karyanya banyak di minati tidak hanya di Indonesia, namun juga dimancanegara seperti Malaysia, Singapura, Brunei, Hongkong, Taiwan dan Australia. Banyak kalangan yang berpendapat, karya – karya fiksinya dinilai dapat membangun jiwa dan menumbuhkan semangat berprestasi pembaca.

Sastrawan yang akrab disapa dengan panggilan “Kang Abik” ini, memulai pendidikan menengahnya di MTs Futuhiyaj 1 Mranggen sambil belajar kitab kuning di Pondok Pesantren Al Anwar, Mranggen, Demak di bawah asuhan K.H. Abdul Bashir Hamzah. Pada tahun 1992 ia merantau ke kota budaya Surakarta untuk belajar di Madrasah Aliyah Program Khusus (MAPK) Surakarta, lulus pada tahun 1995. Setelah itu melanjutkan pengembaraan intelektualnya ke Fakultas Ushuluddin, Jurusan Hadits Universitas Al-Azhar, Cairo dan Selesai pada tahun 1999. Pada tahun 2001 lulus Postgraduate Diploma (Pg.D) S2 di The Institute For Islamic Studies di Cairo yang didirikan oleh Imam Al-Baiquri.

Ketika menempuh studi di Cairo, Mesir, Kang Abik pernah memimpim kelompok kajian MISYKATI (Majelis Intensif Yurisprudens dan Kajian Pengetahuan Islam) di Cairo (1996-1997). Pernah terpilih menjadi duta Indonesia untuk mengikuti “Perkemahan Pemuda Islam Internasionak Kedua” yang diadakan oleh WAMY (The World Assembly of Moslem Youth) selama sepuluh hari di Kota Ismailia, Mesir (Juli 1996). Dalam perkemahan itu, ia berkesempatan memberikan orasi berjudul Tahqiqul Amni Was Salam Fil ‘Alam Bil Islam (Realisasi Keamanan dan Perdamaian di Dunia dengan Islam). Orasi tersebut terpilih sebagai orasi terbaik kedua dari semua orasi yang disampaikan peserta perkemahan tingkat dunia tersebut. Pernah aktif di Majelis Sinergi Kalam (Masika) ICMI Orsat Kairo 1998-2000). Pernah menjadi koordinator Islam ICMI Orsat Kairo selama dua periode (1998-2000 dan 2000-2002). Sastrawan muda ini pernah dipercaya untuk duduk dalam Dewan Asaatidz Pesantren Virtual Nahdlatul Ulama yang berpusat di Kairo. Dan sempat memprakarsai berdirinya Forum Lingkar Pena (FLP) dan Komunitas Sastra Indonesia (KSI) di Kairo.

Setibanya di tanah air pada pertengahan Oktober 2002, ia diminta ikut mentashih Kamus Populer Bahasa Arab – Indonesia yang disusun oleh KMNU Mesir dan di terbitkan oleh Diva Pustaka Jakarta, (Juni 2003). Ia juga di minta menjadi kontributor penyusunan Ensiklopedia Intelektualisme Pesantren : Potret Tokoh dan Pemikirannya, (terdiri atas tiga jilid diterbitkan oleh Diva Pustaka Jakarta, 2003).

Antara tahun 2003-2004, ia mendedikasikan ilmunya di MAN 1 Jogjakarta. Selanjutnya sejak tahun 2004 hingga 2006, ia menjadi dosen Lembaga Pengajaran Bahasa Arab dan Islam Abu Bakar Ash Shiddiq UMS Surakarta. Kini, ia lebih sering menjadi ‘dosen terbang’ untuk memberikan kuliah dan stadium general di pelbagai perguruan tinggi terkemuka di Indonesia. Juga menjadi pembicara dalam seminar didalam ean diluar negeri. Di forum internasional, misalnya, pernah menjadi pembicara di Universiti Petronas Malaysia, di Masjid Camii Tokyo dalam SYIAR ISLAM GOLDEN WEEK 2010 TOKYO, di Grand Auditorium Griffith University Brisbane, Australia, juga menjadi pembicara dalam seminar Asia-Pacific di University of New South Wales at ADFA, Canberra, dan lain sebagainya.

Kang Abik, semasa di SLTA pernah menulis teatrikal puisi berjudul Dzikir Dajjal sekaligus menyutradarai pementasannya bersama Teater Mbambung di Gedung Seni Wayang Orang Sriwedari Surakarta (1994). Pernah meraih Juara II lomba menulis artikel se MAN I Surakarta (1994). Pernah menjadi pemenang I dalam lomba baca puisi religius tingkat SLTA se-Jateng (diadakan oleh panitia Book Fair 94 dan ICMI Orwil Jateng di Semarang, 1994). Pemenang I lomba pidato tingkat remaja se-eks Keresidenan Surakarta (diadakan oleh Jamaah Masjid Nurul Huda, UNS Surakarta, 1994). Ia juga pemenang pertama lomba pidato Bahasa Arab se-Jateng dan DIY yang diadakan oleh UMS Surakarta (1994). Meraih juara I lomba baca puisi Arab tingkat Nasional yang diadakan oleh IMABA UGM Jogjakarta (1994). Pernah mengudara di radio JPI Surakarta selama satu tahun (1994 – 1995) mengisi acara Syahril Qur’an setiap jum’at pagi. Pernah menjadi pemenang terbaik ke 5 dalam lomba KIR tingkat SLTA se-Jateng yang diadakan oleh Kanwil P dan K Jateng (1995) dengan judul tulisan, Analisis Dampak Film Laga Terhadap Kepribadian Remaja.

Selama di Kairo, ia telah menghasilkan beberapa naskah drama dan menyutradarainya, diantaranya : Wa Islama (1999), Sang Kiyai dan Sang Durjana (gubahan atas karya Dr. Yusuf Qardhawi yang berjudul ‘Alim Wa Taghiyyah, 2000), Darah Syuhada (2000). Tulisannya berjudul Membaca Insaniyyah al Islam dimuat dalam buku Wacana Islam Universal (diterbitkan oleh Kelompok Kajian MISYKATI Kairo, 1998). Berkesempatan menjadi Ketua Tim Kodifikasi dan Editor Antologi Puisi Negeri Seribu Menara Nafas Peradaban (diterbitkan oleh ICMI Orsat Kairo). Beberapa karya terjemahan yang telah ia hasilkan seperti Ar-Rasul (GIP, 2001), Biografi Umar bin Abdul Aziz (GIP, 2002), Menyucikan Jiwa (GIP, 2005), Rihlah Ilallah (Era Intermedia, 2004), dll. Cerpen-cerpennya dimuat dalam antologi Ketika Duka Tersenyum (FBA 2001), Merah di Jenin (FBA, 2002), dan Ketika Cinta Menemukanmu (GIP, 2004), dll.

Sebelum pulang ke Indonesia, ditahun 2002, ia diundang Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia Selama lima hari (1-5 Oktober) untuk membacakan puisinya dalam moment Kuala Lumpur World Poetry Reading ke-19, bersama penyair-penyair negara lain. Puisinya dimuat dalam Antologi Puisi Dunia PPDKL (2002) dan Majalah Dewan Sastra (2002) yang di terbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia dalam dua bahasa, Inggris dan Melayu. Bersama penyair negara lain, puisi Kang Abik juga di muat kembali dalam Imbauan PPDKL (1986-2002) yang diterbitkan oleh Dewan Bahasa dan Pustaka Malaysia (2004).

Beberapa karya populer yang telah terbit antara lain, Ketika Cinta Berbuah Surga (MQS Publishing, 2005), Pudarnya Pesona Cleopatra (Republika, 2005), Ayat – Ayat Cinta (Republika-Basmala, 2004, telah di filmkan), Diatas Sajadah Cinta (telah di sinetronkan Trans TV, 2004), Ketika Cinta Bertasbih (Republika-Basmala, 2007, telah di filmkan), Ketika Cinta Bertasbih 2 (Republika-Basmala, 2007, telah difilmkan), Dalam Mihrab Cinta (Republika-Basmala, 2007), Bumi Cinta (Author Publishing, 2010), The Romance (Ihwah, 2010), Ayat-Ayat Cinta 2 dan Cinta Suci Zahrana, Langit Makkah Berwarna Merah, Bidadari Bermata Bening, Bulan Madu di Yerussalem, Dari Sujud ke Sujud (kelanjutan dari (Ketika Cinta Bertasbih 2).

Dengan karya – karyanya yang fenomenal itu, Kang Abik yang oleh banyak kalangan dijuluki ” Penulis Bertangan Emas” telah diganjar banyak penghargaan bergengsi tingkat Nasional maupun Asia Tenggara, antara lain sebagai berikut:

  1. PENA AWARD 2005, Novel Terpuji Nasional, dari Forum Lingkar Pena (FLP).
  2. THE MOST FAVOURITE BOOK 2005, versi Majalah Muslimah.
  3. IBF AWARD 2006, Buku Fiksi Dewasa Terbaik Nasional 2006.
  4. REPUBLIKA AWARD, Sebagai Tokoh Perubahan Indonesia 2007.
  5. ADAB AWARD 2008, Dalam bidang novel Islami diberikan oleh Fakultas Adab UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta.
  6. UNDIP AWARD, Sebagai Novelis No. 1 Indonesia, diberikan oleh INSANI Undip tahun 2008.
  7. PENGHARGAAN dari MENPORA, Sebagai sastrawan yang berjasa mengembangkan sastra Indonesia bermutu sehingga memberikan inspirasi tumbuhnya film nasional yang bermanfaat.
  8. PENGHARGAAN SASTRA NUSANTARA 2008, Seabagai sastrawan kreatif yang mampu menggerakkan masyarakat membaca sastra oleh PUSAT BAHASA dalam Sidang Majelis Sastra Asia Tenggara (MASTERA).
  9. PARAMADINA AWARD 2009, for Outstanding Contribution to the Advancement of Literature and Art in Indonesia.
  10. PENGHARGAAN PENULIS SKENARIO TERBAIK/TERPUJI, Untuk skenario Sinetron Ketika Cinta Bertasbih Soesial Ramadhan 2010, dalam Festival Film Bandung 2011.

Adapun sebagai sutradara, Kang Abik mengawali debutnya dengan film Dalam Mihrab Cinta yang diangkat dari novelnya dengan judul yang sama. Film tersebut menjadi film paling laris di penghujung tahun 2010 dan awal tahun 2011.

Kini selain menulis dan berdakwah, Kang Abim dipercaya untuk menjadi Ketua Liga Sastra Islami Dunia (The International League for Islamic League) atau Rabitbatul Adab Al Islami Al ‘Alamiyyah, cabang Indonesia, sebuah wadah bagi sastrawan muslim terkemuka didunia Islam yang berpusat di Riyadh, Saudi Arabia.

Sehari-hari kang Abik tinggal di kota kecil kecil Salatiga bersama keluarganya. Dan untuk berkomunikasi dengannya, bisa melalui email my.kangabik@gmail.com, atau langsung kontak ke nomor berikut ini +628174151861

Nah itulah profil singkat mengenai Penulis Habiburrahman El Shirazy. Semoga bisa bermanfaat.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here