Cerita Pendakian Gunung Semeru 3676 MDPL

1
172

Cerita pendakian gunung semeru – Gunung Semeru atau Mahameru adalah sebuah gunung yang terletak di Jawa Timur. Umumnya, Semeru didaki via basecamp desa Ranu Pane yang masuk dalam wilayah kabupaten Lumajang, Jawa Timur. Puncak Mahameru digapai di ketinggian 3676 meter di atas permukaan laut yang menjadikannya sebagai puncak tertinggi pertama di pulau Jawa. Selain itu juga masuk ke dalam jajaran gunung-gunung tertinggi di Indonesia.

Puncak gunung Semeru bernama Jonggring Saloko, sedangkan istilah “Semeru” atau “Mahameru” itu sendiri berarti “gunung yang besar”. Dalam kisah dongeng sejarahnya disebutkan bahwa di masa lalu, Semeru itu letaknya bukan di pulau Jawa, melainkan di negara India. Semeru baru dipindahkan oleh dewa pada saat pulau Jawa baru saja dibentuk. Ketika masih di India, gunung besar ini disebut “Gunung Meru” saja.

Saking besarnya “Gunung Meru”, ketika dibawa terbang melayang oleh Dewa, lava dan badan gunungnya sampai-sampai berjatuhan. Guguran gunung Meru inilah yang membentuk gunung-gunung yang menyebar dari ujung barat pulau Jawa hingga ujung timur. Mitologi Mahameru ini tetap saja sekadar mitos belaka yang diceritakan dari mulut ke mulut sebagai representasi dari kearifan lokal Nusantara.

Jika ditinjau secara Geologis, tentu saja tidaklah mungkin sebuah gunung terangkat terbang dan guguran gunungnya menjadi gunung baru. Yang ada, dalam kajian geologis-vulkanik bahwa sebuah gunung baru bisa saja tercipta dikarenakan induk gunung besar yang meletus dahsyat membentuk kubah baru. Contohnya tentu saja adalah anak gunung Krakatau yang tercipta karena letusan dahsyat gunung Krakatau di masa lalu.

Cerita pendakian gunung Semeru menjadi viral di Indonesia nampaknya terjadi dalam 2 masa yang berbeda. Anggap saja sebagai “zaman old” dan “zaman now”. Di zaman old, Semeru menjadi terkenal berkat sosok fenomenal Soe Hok Gie. Pemuda Indonesia yang kritis ini pada masanya adalah tokoh idola di kalangan mahasiswa. Bahkan hingga sekarang, Gie dianggap masih bersinar dalam mewakili pemuda Indonesia. Film yang menceritakan Gie masih diputar hingga sekarang. Dan tentu buku karya Gie masih saja beredar luas di masyarakat. Lalu, apa sebenarnya keterkaitan Gie dengan gunung Semeru? Ini ternyata karena Soe Hok Gie mengalami kematian akibat mendaki gunung Semeru. Ya, Gie yang hebat itu mati saat dirinya keracunan gas saat sedang trekking di sana.

Sebetulnya bukan hanya Gie saja yang meninggal di sana. Hingga detik ini sudah ada ratusan bahkan mungkin ribuan orang yang mati di gunung Semeru. Kenyataan alam yang terjal dan ganas, dengan jalur pendakian yang panjang dan membutuhkan waktu lama. Belum lagi kondisi vulkanis di sana yang kerap mengerikan, seperti mengeluarkan gas beracun, membuat Semeru menjadi gunung yang mematikan. Walau gunung ini masuk ke dalam wilayah Taman Nasional Bromo-Tengger Semeru, tak serta merta menghilangkan kesan mengerikan dan liar dari gunung ini.

Beralih dari Gie, di zaman now, pendakian gunung Semeru menjadi viral berkat film 5 Cm yang diperankan oleh Herjunot Ali, Raline Shah, Fedi Nuril, Pevita Pearce, Igor Saykoji dan Denny Sumargo. Plot cerita 5 sekawan (Genta, Arial, Zafran, Riani dan Ian) yang merasa begitu bosan dan jengah dengan hubungan persahabatan mereka yang sudah terjalin lebih dari 1 dekade. Untuk mengusir kepenatan dan kejenuhan mereka, akhirnya mereka memutuskan buat “puasa komunikasi” selama 3 bulan. Sama sekali tidak saling kontak selama 3 bulan tentu saja membuat Geng ini menjadi begitu rindu dan kacau perasaannya.

Lama menantikan, akhirnya Genta dan Riani Cs ini pun memilih gunung Semeru sebagai tempat reunian. Pendakian mereka menuju puncak Mahameru bertepatan dengan perayaan hari kemerdekaan Indonesia. Sehingga selain untuk reuni, kepergian mereka ke gunung ini demi mengibarkan sang bendera merah putih. Maka tak heran bila perjuangan mereka menuju puncak begitu luar biasa. Walau batu-batu berguguran dan membuat luka berdarah. Sejak adegan-adegan film ini sangat viral, intensitas pendaki gunung Semeru meningkat tajam tiap tahunnya. Sampai-sampai, untuk mengurangi resiko kerusakan alam akibat ulah pendaki, pihak pengelola gunung seringkali menutup jalur pendakiannya dalam waktu relatif lama.

Apakah berbagai adegan dramatis dan heroik yang terjadi di film 5 cm benar-benar ada di Semeru? Tentunya untuk menjawab pertanyaan ini harus dibuktikan dengan pengalaman sendiri. Namun sebelum mendaki, alangkah lebih baiknya buat tahu dulu tentang cerita pendakian gunung Semeru dari shelter ke shelternya atau dari pos ke posnya hingga sampai ke puncak gunung. Selain itu, baiknya juga mencari informasi dulu tentang status gunung Semeru. Sejak tahun 2016, gunung ini mengalami peningkatan aktivitas seismic dan vulkanis. Sampai-sampai pendaki dilarang nge-track hingga sampai puncak. Sebab, kawah Semeru selalu meluapkan gas beracun yang bisa membuat keracunan dan membunuh manusia. Di bawah ini adalah rincian tentang pos-pos pendakian gunung semeru.

1. Pos Ranu Pane

Pos Ranu Pane atau dikenal pula dengan nama desa Ranu Pani adalah pos pendakian pertama atau pintu masuk untuk sebelum mendaki gunung Semeru. Memiliki ketinggian 2100 MDPL, menjadikannya salah satu desa tertinggi di Indonesia. Di sanalah segala proses perijinan pendakian dimulai.

2. Pos Landengan Dowo

Berada pada ketinggian 2300 MDPL, jalur Landengan Dowo ini estimasi bisa ditempuh dalam waktu 1,5 jam dengan panjang trek 3 km. Jalannya relatif mudah karena sudah dipaving. Untuk mempersingkat waktu tempuh pendakian, biasanya para pendaki sengaja mempercepat langkah di jalur ini.

3. Pos Watu Rejeng

Kemudian, pada ketinggian 2350 MDPL para pendaki akan menemui sebuah pos bernama Watu Rejeng. Ini masih berupa jalur yang datar namun sudah mulai memasuki kawasan hutan yang rapat. Tak jauh dari papan penunjuk pos ini, akan ditemui jembatan bernama jembatan cinta.

4. Pos Ranu Kumbolo

Siapa yang tidak tahu dengan Ranu Kumbolo? Inilah adalah danau yang selalu ramai dan dijadikan tempat berkemah oleh para pendaki. Di danau inilah banyak pendaki bahkan rela menghentikan niatannya untuk “muncak mahameru” karena sudah merasa lelah. Bahkan banyak pula pendaki yang sengaja datang ke Semeru karena sekadar ingin bermalam di Ranu Kumbolo. Danau ini terletak di ketinggian 2400 MDPL.

5. Pos Oro-Oro Ombo

Hamparan bunga lavender akan dijumpai di pos Oro-Oro Ombo. Warna bunga ungu nan cantik akan menghiasi mata sepanjang perjalanan. Namun sebelum mencapai padang Lavender ini, para pendaki harus lebih dulu menaklukkan tanjakan cinta yang sangat fenomenal.

6. Pos Cemoro Kandang

Di pos cemoro kandang ini letaknya pada ketinggian 2500 MDPL. Area datar ini seringkali dijadikan spot camping pula sebelum para pendaki melanjutkan perjalanan ke atas. Pepohonan hutan tidak terlalu rapat sehingga cocok untuk camping karena masih akan tertimpa sinar matahari.

7. Pos Jambangan

Berjalan sekitar 40 menit, akan sampailah di pos bernama Jambangan. Di sini banyak ditemui tanaman perdu kecil dan bunga-bunga seperti Edelweis, Cantigi dan pohon cemara yang tinggi-tinggi. Pos jambangan berada di ketinggian 2600 MDPL.

8. Pos Kalimati

Kemudian adalah pos kalimati yang berada di ketinggian 2700 MDPL. Didominasi oleh pepohonan cemara yang rapat dan tinggi. Di sini sebenarnya kurang cocok untuk camping karena ada kesan seramnya di malam hari, sebab tanamannya terlalu rapat. Sumber air di kalimati hanya dapat dijumpai saat musim penghujan.

9. Pos Arcopodo

Selanjutnya adalah pos arcopodo yang terletak di ketinggian 2900 MDPL. Ini adalah pos pendakian yang sebaiknya dijadikan titik camp terakhir sebelum summit attack. Perjalanan menuju puncak gunung semeru akan melewati jalur cemoro tunggal yang ditandai dengan tumbuhnya pohon cemara terakhir sebelum batas vegetasi. Di Arcopodo juga ada sebuah zona kematian yang disebut Zone Blank 75. Itu adalah sebuah jurang menganga sedalam 75 meter yang sudah banyak sekali memakan korban.

10. Puncak Mahameru

Summit Attack menuju puncak mahameru tidaklah mudah. Jalanan berpasir licin, berbatu dan mudah longsor membuat pendaki harus merayap. Puncak dengan ketinggian 3676 MDPL sungguh akan mematahkan rasa lelah pendaki jika berhasil mencapainya. Kawahnya bernama Jonggrik Saloka yang masih tergolong kawah aktif.

1 COMMENT

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here